Senin, 06 Juni 2011

Mensinergikan antara Pemerintah dan Pihak Swasta dalam Pengelolaan Sampah Menuju Indonesia Bersih



Sampah merupakan salah satu masalah yang akan selalu dihadapi masyarakat setiap hari. Keberadaan sampah akan dapat mengganggu kenyamanan dalam beraktivitas juga dapat mengurangi keindahan suatu tempat. Selain itu, sampah juga dapat menyebabkan perkembangbiakan bakteri dan dibawa oleh hewan dan kemudian ditularkan baik sengaja maupun tidak sengaja. Untuk itu perlu suatu cara agar masalah sampah dapat diatasi dengan bijak.

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhhirnya suatu proses (wikipedia) atau barang/benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi (KBBI). Jika dilihat dari pengertian terminology kata, baik dijelaskan Wikipedia dan KBBI, terdapat suatu arti bahwa sampah adalah sisa atas suatu konsumsi baik yang digunakan untuk konsumsi maupun produksi dan tidak dapat dipergunakan sehingga jalan terbaik yang harus dilakukan yaitu membuangnya.

Sepintas, hal ini memang merupakan jalan terbaik, sebab, jika ditumpukkan dan tidak dibuang akan menimbulkan hal-hal yang membahayakan kesehatan dan mengurangi keindahan. Akan tetapi jika aktivitas ini dilakukan setiap hari dan terus menerus tentu akan menimbulkan hal yang lain lagi, yaitu penumpukan sampah seperti yang terjadi dibeberapa daerah di Indonesia. Tentu kejadian ini akan menimbulkan masalah baru, sehingga diperlukan penyelesaiannya. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu mencari tempat pembuangan sampah akhir yang baru. Sepintas, masalah akan segera dapat teratasi, namun hal ini tidak akan berlangsung lama, karena pertumbuhan sampah akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah dan aktivitas manusia baik produksi maupun konsumsi. Sehingga diperlukan suatu cara agar masalah ini segera dapat diatasi.

Indonesia, merupakan negeri yang kaya akan sumber daya, baik alam maupun manusia. Total seluruh penduduk indonesia saat ini kurang lebih 230 juta jiwa. Hal ini membuktikan betapa indonesia memiliki asset yang besar dalam sumber daya manusia. Sebagai negeri yang besar, Indonesia sebenarnya dapat memanfaakan potensi yang besar tersebut. Sebagai contoh, tidak sedikit bahwa dalam hal pemanfaatan samapah telah banyak berdiri unit-unit usaha mikro yang beranggotakan tenaga kerja yang dapat diklasifikasikan dalam industry rumah tangga. Unit-unit usaha ini memulai usahanya dengan memanfaatkan sampah yang ada disekitar merika. Berangkat dari peluang yang diamati, unit-unit usaha ini menghasilkan keuntungan yang dapat digunakan untuk membiayai upah tenaga kerja.

Saat ini kita ketahui pemerintah pusat maupun daerah mempunyai anggaran untuk membiayai pekerja-pekerja dalam mengamnbil sampah dari masyarakat. Sebenarnya hal ini dapat diganti dengan metode dan cara yang lain.

Beberapa tahun yang lalu telah berdiri bank sampah. Ini merupakan suatu solusi yang dapat disikapi dengan baik oleh pemerintah. Hendaknya pemerintah menyediakan anggaran dana dan mendirikan badan usaha yang membeli sampah atau dengan kata lain, pemerintah sebagai bank sampah yang bertugas membeli sampah dari masyarakat sesuai dengan jenis sampah yang dimiliki oleh masyarakat. Ini merupakan suatu insentif baru yang dapat dijadikan masyarakat sebagai tambahan pendapatan. Implikasinya yaitu, masyarakat akan sadar bahwa sampah merupakan sesutau yang bernilai dan tidak dibuang percuma begitu saja.

Asumsi dari solusi ini yaitu pemerintah melakukan sinergi dengan unit-unit usaha yang berada di masyarakat, sehingga peran pemerintah sebagai pemasok bahan baku bagi unit-unit usaha yang telah berdiri dan akan berdiri. Selain itu, pemerintah juga hendaknya memberikan kemudahan kepada unit-unit usaha seperti fasilitas kredit yang berbunga rendah, penjaminan akses pasar dan bahan baku, agar unit-unit usaha pengelola sampah dapat berkembang dan menciptakan ide- ide dan inovasi yang baru sehingga stigma tentang sampah sebagai barang yang sebaiknya dibuang percuma dapat segera hilang. Karena sampah merupakan sesuatu yang bernilai strategis.

Sumber gambar [1]

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites