Senin, 06 Juni 2011

Menteri Telat?? Apa Kata Dunia??


Menunggu merupakan sesuatu hal yang menjemukan bagi sebagian orang. Duduk diam, memandang dan berpikir yang berlalulalang tanpa tahu apa yang ingin dilakukan. Ada yang menyiasatinya dengan menelfon, ber-sms, bermain game atau pun menulis. Tentu hal ini tidak akan berlangsung lama. Orang yang menunggu cenderung gelisah dan mulai berfikir negatif dari orang yang ditunggu olehnya. Kurangnya rasa ketidakpercayaan dari yang menunggu akan semakin tinggi terhadap orang yang ditunggu olehnya. Kebiasaan tidak disiplin/molor/jam karet/tidak on time ini semakin menggerogoti orang yang kesehariannya tidak disiplin. Dan hal ini menjalar dari lapisan bawah sampai ke lapisan atas. Tidak memandang jabatan, usia maupun kedudukan. Dan hal ini pun dilakukan oleh seorang menteri kita. Pada saat itu Menteri ekonomi, Perdagangan dan Industri jepang, Masayuki Naoshima merasa kecewa karena gagal bertemu dengan menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh. Ia diagendakan akan bertemu dengan darwin pada pukul 14.30 wib. Setelah 30 menit menunggu Darwin tidak juga muncul. Akhirnya Naoshima dan rombongan pergi dengan wajah kesal. “Ini sangat memalukan karena tidak melayani seorang tamu negara tepat waktu” kata salah satu anggota rombongan dari delegasi Jepang. Tentu hal ini membuat citra negatif terhadap negara kita Indonesia. Jika ditinjau dari segi ekonomi tentu menunggu merupakan biaya bagi orang yang menunggu. Seperti sering dikatakan “Waktu adalah Uang”
Kebiasaan tidak disiplin waktu ini semakin hari akan semakin berwujud menjadi sebuah KEBUDAYAAN TIDAK TEPAT WAKTU!!! Dan jika hal seperti ini tidak kita antisipasi mulai dari sekarang maka hal seperti ini akan menjadi budaya yang semakin lama semakin mengakar kuat didalam masyarakat.
Sumber berita [1]
Sumber gambar

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites