Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan suatu hal yang tidak dapat kita bantah. Hadirnya telfon, televisi, kendaraan bermotor, peralatan rumah tangga, dan berbagai teknologi lainnya merupakan contoh yang tampak nyata berada disekitar kita. Hal ini yang kemudian menjawab permasalahan dari tidak terbatasnya kebutuhan manusia.
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mengakibatkan kebutuhan manusia untuk bertahan hidup semakin berkembang. Lamarck dengan teori adaptasinya mengatakan “akibat adanya perubahan lingkungan akan mengakibatkan perubahan pada organ yang sering digunakan sedangkan yang tidak akan mengalami penyusutan” Hal ini dapat terjadi pada manusia, akibat dari perubahan sosial yang disebabkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Peningkatan standar kebutuhan terhadap rasa aman dan nyaman merupakan suatu hal yang tidak terelakkan untuk dipenuhi. Walaupun dalam perkembangannya, indikator rasa aman dan nyaman, yang merupakan kebutuhan manusia, mungkin dapat berbeda disetiap zaman, tergantung dengan keadaan lingkungan yang ada pada saat itu.
Hal ini lah yang kemudian ditangkap dan dijadikan peluang oleh pasar modern untuk hidup ditengah-tengah masyarakat yang mengalami perkembangan tersebut. Lantai yang bersih, ruangan ber-ac, dijaga dan dilayani petugas keamanan dan pelayan yang menarik dan ramah, merupakan tantangan zaman yang telah dijawab oleh pasar modern pada saat ini.
Disisi lain, kita melihat perkembangan pasar modern di Indonesia jauh berbeda dengan nasib yang dialami “saudara tertuanya” yaitu pasar tradisional. Hasil jejak pendapat Kompas mencatat sikap responden terhadap mengunjungi pasar modern dan tradisional. Sebanyak 40,1 persen responden memilih berbelanja di pasar modern, seperti supermarket dan hipermarket, sedangkan sebanyak 39,1 persen responden memilih berbelanja di pasar tradisional (Kompas 14/4/2010)
Sampai dengan saat ini, pasar tradisional masih bergulat dengan masalah lamanya yaitu kemanan dan kenyamanan yang belum terselesaikan, tampilan pasar, jam operasional yang terbatas, kualitas barang, dan tidak adanya promosi penjualan yang dilakukan pedagang. Kekuatan modal dan jaringan distribusi yang lemah juga menjadi hambatan lain dalam pasar tradisional untuk bersaing dengan “saudara barunya” yang memiliki jaringan distribusi dan modal yang kuat dan besar dan didukung dengan sistem manajemen yang baik.
Beberapa hal yang mungkin dapat diunggulkan dan menjadi daya tarik pasar tradisional saat ini yaitu harga yang “sedikit lebih murah” dan terjalinnya budaya tawar-menawar yang masih dijaga sampai dengan saat ini, persaingan alamiah antar pedagang dan lokasi yang strategis dengan pemukiman penduduk.
Untuk itu, perlu peran yang kuat dan serius dari pemerintah dengan menciptakan regulasi yang membatasi ruang gerak dari pasar modern dan bantuan modal kepada pasar tradisional, agar stigma negatif yang selama ini melekat dalam pasar tradisional dapat segera hilang. Hal ini akan sangat membantu pasar tradisional untuk “memoles” wajah lamanya menjadi wajah baru yang jauh dari kesan negatif.
Sumber gambar [1]







0 komentar:
Posting Komentar